Halaman

Tampilkan postingan dengan label Tentang Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Jaringan. Tampilkan semua postingan

Pengkabelan Jaringan

0 komentar



Bagi seorang teknisi jaringan, membuat kabel jaringan dengan menggunakan kabel UTP merupakan suatu hal yang wajib dikuasai. Apalagi kalo anda seorang Administrator Jaringan (Network Administrator). Pada zaman sekarang, jaringan bukan lagi hal yang tabu. Penggunaan kabel jaringan sudah sangat luas sekali, misalnya di Labor Sekolah, Warnet, Kantoran, bahkan juga dirumah pribadi.

Kenapa kita masih perlu mempelajari cara membuat kabel jaringan ini? Padahal teknologi nirkabel sudah nge-trend dikalangan masyarakat kita. Suatu hal itu tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Teknologi nirkabel memiliki kemampuan terbatas dalam melakukan maksimum transfer, yaitu sekitar 54 Mbps. Sedangkan menggunakan kabel sekitar 100 Mbps. Nah tentu saja menggunakan kabel jauh lebih cepat daripada nirkabel.

Sebenarnya membuat kabel jaringan bukanlah suatu hal yang sulit. Pada kali ini sebagai project akhir pekan anda, kita akan mempelajari bagaimana cara membuatnya. Mudah-mudahan andapun bisa menjadi teknisi jaringan yang handal.

Persiapan yang harus dilakukan adalah menyiapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Yang kedua, kita harus tahu kabel tersebut digunakan untuk apa saja. Ketiga, kita harus mengetahui jenis-jenis kabel jaringan.

Kabel Jaringan terdiri atas 2 jenis yaitu Straight-through Cable dan Crossover Cable. Straight Cable digunakan untuk menghubungkan beberapa client dengan menggunakan bantuan hub ataupun switch. Sedangkan Crossover Cable, dapat digunakan untuk menghubungkan 2 unit client secara langsung (PC to PC), ataupun menghubungkan single computer dengan router, atau secara umum adalah menghubungkan 2 unit device yang berbeda.

Alat dan Bahan

Kita persiapkan bahan-bahan dan alat yang kita perlukan.
  1. UTP Cable - Kabel yang akan kita gunakan untuk membuat kabel jaringan dengan jenis UTP (Unshielded Twistet Pair). Biasanya saya menggunakan Merk Belden made in USA ataupun Belkin. Harga sekarang berkisar Rp. 1.200.000 / box dengan panjang 300 Meter.
  2. Connector RJ45 - RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Merupakan konektor yang akan dipasangkan pada unjung kabel. Untuk kabel jaringan menggunakan tipe RJ45. Harga sekarang berkisar Rp. 70.000 / kotak dengan isi 100 buah.
  3. RJ45-Crimping-Tool - - Alat yang kita gunakan untuk memasang kabel jaringan. Peralatan ini memiliki multi fungsi, diantaranya bisa memotong kabel, membuka bungkus kabel (jacket) dan menjepit kepala konektor. Harga sekarang sekitar Rp. 75.000.
  4. Cable Stripper – Digunakan untuk memotong benang halus yang ada didalam kabel dan juga bisa digunakan untuk memotong jacket pelindung kabel. Biasanya sekarang sudah include dengan Crimping Tool. Yang jual terpisah juga ada.
  5. Cabletester – Digunakan untuk menguji hasil pemasangan kabel sudah benar atau belum. Harga sekitar Rp. 75.000. (belum termasuk baterai)


Cara Membuat

Siapkan kabel UTP sepanjang yang kita ingin gunakan. Yang penting harus perhatikan aturan panjang kabel, yaitu minimal 1 meter dan maksimal 100 meter. Jika lebih dari 100 meter, maka tingkat LOS (Loss of Signal) akan semakin tinggi.

Potonglah kulit luar dari kabel (jacket) kira-kira 1/2 inchi dari ujung kabel. Gunakanlah Cable Stipper untuk melakukan hal ini. Perhatikan Gambar dibawah ini. Pertama masukan ujung kabel pada bagian C, kemudian pindahkan kabel ke arah bagian A yang berfungsi untuk memotong kulit luar kabel. Setelah kabel pada posisinya, masukan jari kita ke bagian B, dan putarlah stripper sampai kulit kabel terpotong. Dlm melakukan hal ini kita harus berhati-hati, jika mengenai isi kabel didalam, maka akan terputus.




Perhatikan gambar di bawah ini :


Setelah bagian luarnya kita potong, susunlah 8 kabel warna warni tersebut dengan standard yang sudah ditetapkan (standard EIA/TIA). Untuk membuat kabel Straight-through Cable kita tinggal menyusun kabel seperti gambar T568B untuk kedua ujungnya (T568B – T568B) dan untuk membuat Crossover Cable, susunlah kabel untuk ujung pertama dengan susunan pada gambar T568A dan ujung satunya lagi T568B (T568A – T568B)

berikut sekema pemasangan secara Straight-through Cable dan Crossover Cable, hasil dari penjelasan di atas




Setelah tersusun dengan rapi dan sesuai dengan urutan warnanya, pastikan bahwa ujung-ujung kabel tersebut rata. Jika belum rata, potonglah dengan menggunakan Crimping Tool.



Kemudian masukkan kabel-kabel yang sudah tersusun dgn rapi ke dalam konektor RJ-45. Tekan kabel-kabel tersebut sampai mentok ke ujung dari konektor kita. Amati kembali sebelum melangkah lebih jauh, jgn sampai ada kabel yang keluar dari jalur lempengan tembaga yang ada didalam konektor. (Catatan : Klip konektor harus menghadap kebawah).


Klip Konektor harus menghadap kebawah



Pastikan kabel sudah mentok di ujung konektor


Kemudian, masukkanlah konektor RJ-45 pada Crimping Tool dan tekanlah gagang dari crimping tool dengan cukup kuat, agar pin tembaganya menjepit dengan erat kabel UTP. Lakukan hal yang sama pada ujung satu lagi.



Tahap terakhir adalah menguji hasil kerjaan kita dengan menggunakan network cable tester. Cara penggunaannya sangat mudah sekali, masukkan kedua ujung konektor pada masing – masing port untuk RJ-45 pada tester, kemudian hidupkan testernya, perhatikan kedua bagian lampu indikator yang berjumlah 8 lampu plus 1 lampu indikator untuk grounding. Jika semua lampu hidup secara berurutan pada kedua tester, berarti pembuatan untuk jenis kabel Straight-through telah berhasil. Untuk menguji kabel Crossover Cable, lihat kembali urutan pada gambar diatas.




Hasil Pemasangan yang benar/bagus



Hasil pemasangan yang salah



contoh penggunaan kabel pada jaringan
»»  Baca Selengkapnya...

Tentang Jaringan Wireless

0 komentar
Jaringan Wireless adalah jaringan tanpa kabel yang artinya proses penyampaian data dilakukan melalui udara dengan memamfaatkan gelombang elektromagnetik. Karena menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi datanya, maka komponen wireless yang akan Anda gunakan harus memiliki standart frekuensi yang sama. Sehingga walaupun berbeda vendor pembuatnya komponen wireless tersebut tetap dapat berkomunikasi asalkan menggunakan standar frekuensi yang sama. Standarisasi Jaringan Wireless didefinisikan oleh IEEE (institute of Electrical and Electronics Engineers) Adapun Standarisasi tersebut adalah :


Standarisasai Jaringan Wiriless :

* IEE 802.11 Legacy yaitu standart jaringan wireless pertama yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan transfer data maksimum 2 Mbps.
* IEE 802.11b yaitu standart jaringan wireless yang masih menggunakan frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan trasfer datanya mencapai 11 Mbps dan jangkau sinyal sampai dengan 30 m.
* IEE 802.11a yaitu standart jaringan wireless yang bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer datanya mencapai 58 Mbps.
* IEE 802.11g yaitu standart jaringan wireless yang merupakan gabungan dari standart 802.11b yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz namun kecepatan transfer datanya bisa mencapai 54 Mbps.
* IEE 802.11n yaitu standart jaringan wireless masa depan yang bekerja pada frekuensi 2,4 Ghz dan dikabarkan kecepatan transfer datanya mencapai 100-200 Mbps.
»»  Baca Selengkapnya...

Macam-Macam Topologi kekurangan dan Kelebihan

0 komentar
Ada banyak pengertian tentang Topologi Jaringan LAN ini, tapi saya disini mendifenisikan bahwa Topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara fisik mengswitchungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya.  Berikut  ini adalah beberapa topologi jaringan yang ada dan dipakai hingga saat ini, yaitu:
Topologi Star
Beberapa simpul/node yang diswitchungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer seperti Switch hub.
Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang jaringan yang lainnya.

berikut ini gambar topologi star sebagai gambaran.


Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.
berikut ini gambar topologi Hierarkis sebagai gambaran.



Topologi Bus
Beberapa simpul/node diswitchungkan dengan jalur data (bus).  Masing2 node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.
Topologi ini biasanya menggunakan kabel Coaxial, yang sekarang sudah sangat jarang digunakan atau di implementasikan.
berikut ini gambar topologi Bus sebagai gambaran.



Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan. Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat, dan yang lainnya menggu hingga pengiriman data selesai.
berikut ini gambar topologi Bus sebagai gambaran.





»»  Baca Selengkapnya...

TroubleShooting Jaringan Komputer

2 komentar
Menggunakan komputer yang terhubung ke dalam jaringan(network) lokal (LAN) ataupun terhubung ke internet dibutuhkan pemahaman berbeda dibandingkan dengan menggunakan komputer  individu yang tidak terintegrasi dengan  jaringan(stan alone), banyak sekali permasalahan/kasus  yang terjadi mulai dari tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain, tidak bisa share file/printer, tidak bisa koneksi dengan internet dan masih banyak lagi kasus yang terjadi. Walaupun permasalahan diatas merupakan permasalahan  yang sederhana tapi tidak semua pengguna(user) fahan untuk mengatasinya.
Contoh Trouble shooting dibawah ini adalah terjadi dalam sebuah jaringan yang komplek terdiri lebih dari dua ratus(200) komputer terhubung dalam beberapa workgroup yang berbeda, menggunakan IP statis clas C  yang di gunakan untuk internet,  LAN(local Area Network) share file/printer dan sistem informasi berbasis web.
Jaringan tersebut mempunyai sebuah router, webproxy dan firewall terhubung kesebuah hub/swich layer dua
 
Web proxy tersebut mempunyai IP 192.168.2.254 menggunakan Port 80 sebelum terhubung ke internet ataupun jaringan lokal semua client diarahkan ke webproxy, IP client mengunakan 192.168.2.x
Disini kita tidak membicarakan topologi jaringan atau yang menyangkut tentang teori router, webproxy, firewall dan penggunaan IP adress clas C 192.168.2.x, tulisan ini di tekankan pada trouble shooting client pada sebuah jaringan yang mempunyai system atau susunan seperti gambar dan penjelasan diatas. Jika komputer anda(client) tidak terkoneksi dengan jaringan lokal  atau internet langkah-langkah yang harus diperhatikan antara lain:
Pertama, cek dulu hardwarenya di device manager
Klik “Start menu” drag ke “My Computer” Klik kanan “My Computer” klik “Properties”
 
                                    Gambar “System Properties”
Pada “System Properties” klik “Hardware” klik “Device Manager”
Gambar “Device Manager”
Pada “Device Manager” klik tanda + pada “Network adapters” periksa apakah “Network adapters” nya tidak aktif (Disable) atau telah aktif (Enable)
Gambar “Network adapter” yang telah aktif
Gambar “Network adapter” yang tidak aktif
Cara mengaktifkan(Enable) “Network adapters”
Klik kanan “Network Adapters” pada contoh diatas yang ada tanda silang (x) merah, drag dan klik “Enable”
Kedua, cek IP address komputer anda
Klik Start menu clik “Control Panel”
Pada “Control Panel” klik kanan “Network Connections” dan klik “Open”
Pada “Network Connections” klik kanan “Local Area Connection” klik “Properties”
Pada “Local Area Connection Properties” klik “Internet Protocol(TCP/IP) dan klik “Properties”
Cek apakan komputer anda telah memiliki IP address jika belum isikan “IP address” sesuai IP komputer masing-masing sebagai contoh di bawah adalah “192.168.2.223”, Subnet mask “225.225.225.0” setelah selesai klik Ok dan
Pastikan IP address komputer anda tidak sama dengan IP komputer lain
Sampai di sini komputer anda telah terkoneksi dalam jaringan, coba lakukan share file/printer sudah bisa kan??
Ketiga, mengkoneksikan dengan internet
Untuk bisa terkoneksi dengan internet kita tinggal melakukan setting beberapa parameter di web broser pilihan anda di sini ada 2 buah contoh setting proxy web broser yang sering dipakai dalam beselancar di dunia maya. Sebelum kita melangkah lebih jauh, bagi yang belum mengetahui tentang apa yang disebut dengan web broser, ini sedikit tentang devinisi web broser.
“Web browser adalah software yang memungkinkan pengguna internet untuk berinteraksi dengan suara,video, data, tampilan dan informasi lainnya yang terdapat pada halaman web . Biasanya Tulisan atau gambar-gambar yang ada terhubungan dengan situs lain atau halaman website. Web browser memungkinkan penggunanya melakukan atau mencari data dari situs-situs melalui hyperlink-hyperlink”
Setting proxy pada web broser mozilla firefox
Gambar “Tampilan Mozila Firefox”
Buka web broser mozila di komputer anda arahkan kursor ke “Alat” drag dan klik ke “Pengaturan…”
Pada “Pengaturan” klik “Canggih”, klik “Jaringan” dan klik “Pengaturan”
Pada “Pengaturan Sambungan” klik “Konfigurasi proxy secara manual” isikan alamat IP 192.168.2.254 port 80, klik ok dan ok lagi
Setting proxy pada web broser opera
Gambar “Tampilan web broser Opera”
Buka web broser opera di komputer anda, klik “tools” drag dan klik “Preferences…”
Pada “Preferences…” klik “Advanced” klik “Nerwork” dan klik “Proxy Servers…”
Pada “Proxy Servers” isikan IP “192.168.2.254” PORT “80” klik Ok dan Ok  lagi
Tidak semua topologi, susunan dan sistem jaringan (Netwoking System ) sama seperti tulisan diatas ini hanya sebagai contoh jika system jaringan anda sama/hampir sama,  yang terpenting di sini adalah jika dalam sebuah jaringan, kita sebagai user(komputer client) tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain atau internet ada beberapa langkah yang harus di perhatikan
Cek hardwarenya “network adapternya” sudah terinstal atau belum, apakah dalam posisi disable/enable
Cek IP addressnya apakah sudah terisi ato belum, apakah terjadi Ip conflik atau tidak, cek gateway dan DNS nya apakan sudah terisi atau belum.
Cek broser anda apakah Ip server proxy sudah terisi(khusus pada jaringan yang menggunakan proxy yang semua trafiknya diarahkan ke server proxy)
Cek Os anda (Operating System) apakah terkena virus apa tidak
Jika semua hal diatas telah di lakukan dan komputer anda(client) tidak juga dapat terkoneksi dengan internet segera hubungi admin mungkin ada pembatasan-pembatasan koneksi(biasanya pada jaringan dikantor , kampus atau sekolahan)

»»  Baca Selengkapnya...